Pages

Powered By Blogger

Sunday, July 22, 2012

Brownies Kukus ala Vella

Assalamu'alaikum..
       Apa kabar? Hari ini hari ketiga puasa, tetap semangat yaaa!! :)
       Beberapa hari yang lalu sebelum bulan Ramadhan, aku membuat brownies kukus yang resepnya aku peroleh dari teman kuliahku, Asti.. Karena bahan dan caranya mudah, maka aku mencobanya..

Bahan:
  • 100gr margarine
  • 50gr dark cooking chocolate
  • 150gr putih telur
  • 1/4sdt garam
  • 175gr gula pasir
  • 125gr terigu
  • 1/4sdt baking powder
  • 25gr almond/kenari/keju untuk taburan


Cara:
  1. tim coklat masak dan margarine hingga meleleh, dinginkan
  2. kcok putih telur dan garam hingga setengah mengembang, tambahkan gula, kocok hingga mengembang
  3. ayak bahan kering, masukkan kedalam kocokan putih telur, aduk rata lalu tambahkan camouran margarine, aduk rata.
  4. tuang ke loyang yang sebelmnya dialasi kertas roti/diolesi margarine
  5. taburi almond/kenari/keju.
  6. kukus selama 30 menit dengan api sedang.



     
     Itu dia hasilnya, kurang baguss ya??hehhe.Maklum lah namanya juga yang pertama mah emang suka gagal, kata orang. rasa terlalu manis, jadi ukurang gula bisa dikurang, mungkin setengah dari ukuran biasa. Selain itu, dikukus selama 30 menit sepertinya belum cukup, karena masih terlalu basah. Jadi bisa ditambah jadi 45-50 menit. Supaya tidak mubazir, jadi brownies kukusnya dibuat pudinh dehh.. :)


          Rasanyaa tetep enak ko, lebih enak malah dengan ekstraa coklatt ...hmmmm yummy

Saturday, July 21, 2012

Hal-hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Makan

  1. Makan buah-buahan                                                                                                                                              Kebiasaan makan buah setelah makan ternyata adalah kebiasaan yang keliru. Setelah makanan masuk ke lambung, lambung membutuhkan waktu 1-2 jam untuk mencerna, jika seusai makan lalu menyantap buah, buah akan terhambat oleh makanan yang telah lebih dulu disantap, akibatnya buah-buahan tidak bisa tercerna secara normal. Jika berlangsung lama, akan menyebabkan gejala perut kembung, diare atau susah buang air besar dan gejala lainnya.
  2. Minum Teh                                                                                                                                               Minum teh seusai makan, dapat mengencerkan getah lambung, akibatnya mempengaruhi pencernaan makanan. Selain itu, daun teh banyak mengandung tanin (asam tanat), jika minum teh seusai makan, akan membuat protein yang belum sempat dicerna lambung menyatu dengan asam tanat dan membentuk sedimen yang tidak mudah dicerna, sehingga mempengaruhi serapan protein. Teh juga dapat menghambat serapan zat besi, jika keadaan demikian berlangsung lama dapat terjadi gejala anemia karena kurang zat besi.
  3. Merokok                                                                                                                                            Bahaya merokok sehabis makan lebih besar 10 kali lipat dibanding hari-hari biasa! Ini dikarenakan peredaran darah pada saluran pencernaan sehabis makan meningkat, akibatnya sejumlah besar kandungan dalam rokok yang tidak baik bagi kesehatan diserap, sehingga bisa merusak hati, otak besar dan pembuluh darah jantung dan menyebabkan penyakit pada aspek-aspek terkait ini.
  4. Mandi                                                                                                                                                                     Mandi sehabis makan, volume aliran darah pada permukaan tubuh akan meningkat, dan volume aliran darah pada saluran usus dan lambung akan berkurang, sehingga membuat fungsi pencernaan usus lambung melemah, dan menyebabkan pencernaan buruk.
  5. Mengendorkan Ikat Pinggang                                                                                                   Mengendorkan ikat pinggang setelah makan, meskipun terasa agak nyaman, tapi hal tersebut dapat mengakibatkan turunnya tekanan dalam rongga perut, memaksa lambung turun (terjuntai). Jika kebiasan tersebut terus dilakukan, akan benar-benar mengidap lambung turun.
  6. Makan angin (berjalan-jalan)                                                                                                          “Makan angin” sehabis makan, bukan saja tidak dapat hidup “99” (panjang umur), bahkan karena meningkatnya volume olahraga sehingga dapat mempengaruhi saluran pencernaan terhadap serapan gizi. Terutama manula, fungsi jantung melemah, penyempitan pembuluh darah, banyak berjalan seusai makan akan timbul gejala tekanan darah menurun dan lain-lain gejala.
  7. Berkaraoke                                                                                                                                            Seusai makan isi lambung kita membesar, dinding lambung menjadi tipis, volume aliran darah meningkat, saat demikian, bernyanyi dapat membuat sekat ronga badan pindah ke bawah, beban rongga perut bertambah, jika ringan akan menyebabkan pencernaan buruk, sebaliknya dapat menyebabkan gangguan pada lambung dan gejala penyakit lainnya.
  8. Mengemudikan  Mobil                                                                                                                       Rawan terjadi kecelakaan jika habis makan lalu menjalankan kendaraan. Ini dikarenakan sehabis makan lambung dan usus membutuhkan sejumlah besar darah dalam mencerna makanan, mengakibatkan organ otak besar kekurangan darah untuk sementara waktu, sehingga dengan demikian dapat menyebabkan kesalahan operasional.

Tarhib Ramadhan

       Baru pertama kalinya ikut acara Tarhib Ramadhan dan sampai sekarang, masihh tetep ga ngerti apa artinyaa -___-.. heheheheee
       Acaranya tgl 15 Juli 2012, disuruh ngumpul di Monas jam 7 pagi. Tapi tetep aja, ngarettt,, biasalahhh nunggu Lia.. Tapi tetep assoy ko..
 Fotonyaa sihh baguss,, ada tugunyaa,, tapi sayangnyaa gelap ya :(

 Inilah diaa,, para atlet sepeda..

 masih di Monas, kita foto di depan stand Yatim Mandiri

with Dewi, Lia, Ayu, Chiska, Wulan

 Di Kota Tua, Jakarta Pusat

 Narsis dulu sebelum pulang

Oh, No How CUTE WE ARE

Family Gathering Part II

           It's time for me to get My Photo Session... yeayyy

 there is an Elephant behind me, WOW

 Look, How Cute I am!! Hahaha



 wow, The monkey looking at me. Oh my God,  I'm so nervous

Family Gathering Part I

    Liburan lalu, kita pergi ke kebun binatang Ragunan di Jakarta Selatan. Gara-gara nemenin Dimas. Tapii seruu jugaa ternyataaa...
Baruu dateng, langsung foto with mom

di kandang Primata, tuh ada simpanse nyaa


 masih tetep ramean di kandang primataaa :D

unyu-unyu yaa kitaa :)

Wednesday, July 11, 2012

Yatim Super Camp 2012

         Yatim Super Camp adalah agenda rutin YYM setiap tahun. Kali ini Yatim Super Camp berlokasi di Pondok Zidane, Depok. aku salah satu dari panitia disana. Banyak teman baruu, pengalaman baru.

 

 as a Tutor di Kelompok 2 "Pandora Junior"

 


padahal anggota kelompoknya ada 16 orang -_- 
no expression.. hahahahaaa



rekan panitia, guru GENIUS juaa
Ayu, Aku, Chiska, dan Wulan



Lagi di Kebun Jambu with
Linda, Dewi, Aku, Wulan, and Lia



Meskipun di Kebon, Gaya tetap nomer 1 :)

as a Guru GENIUS

         Guru GENIUS (Guru Excellent Yatim Sukses) adalah sebuah program dari sebuah Yayasan Yatim Mandiri (YYM). Aku bergabung di yayasan tersebut sekitar bulan Mei tahun 2012, dan mulai mengajar pada tanggal 17 Mei 2012. Awal mula bisa melamar disana karena seorang sahabatku bernama Amelia Wahyu Wandicha Magel Aziz, menginformasikan pada kami (Aku dan Yelvi) bahwa yayasan Yatim Mandiri membuka lowongan bagi guru GENIUS untuk gelombang kedua.
         Maka, segeralah kami mengirimkan surat lamaran kerja via email. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya Supervisor dari YYM menelpon dan memberitahukan, aku dan yelvi bisa mengikuti tes seleksi di kampus. Beberapa minggu berselang, kami mendapat sms untuk tes tahap kedua. Di tes tahap kedua ini jumlah orangnya bertambah, ada aku, Yelvi, Ayu, dan Endah. Alhamdulillah kami semua diterima. :D
        Pada awal bulan Mei, aku ditelpon untuk survei sanggar belajar. Aku mengajar di Yayasan Gerakan Warga Sejahtera, Depok. Alhamdulillah lokasinya tidakterlalu jauh dari rumah. Disana, aku mengajar matematika dan Bahasa Inggris.

Ini adalah anak-anak yang aku ajar.

Malu-maluu dehh .. hehehehee

 Mewarnai, adalah kegiatan favorit mereka :D

Friday, February 10, 2012

Pada Mulanya by BECCA WOLF


Pada mulanya kau ingin menangis,
Dan mintalah Tuhan mengeringkan air matamu.
Kau duduk merenungkan,
Saat-saat indahmu tahun demi tahun.
Kau pandangi dia di seberang sana,
Dan kau bendung segala perasaan cinta.
Tapi tetap saja kau masih terpesona,
Ketika dia menyapukan jemari di rambutnya.
Akhirnya kau jemu menangis,
Namun perasaanmu padanya tak juga hilang.
Mungkin kepedihanmu akan berakhir,
Kalau kau timpahkan semua kesalahan kepadanya.
Dia akan bertanya, mengapa teman-temanmu masih juga usil,
Tapi kau berbalik pergi meninggalkannya.
Kau katakan padanya kau benci dia,
Tak ada jawaban yang bisa dia berikan.
Akhirnya kau pikir semua telah berakhir,
Dan ini pasti penghabisannya.
Namun jantungku serasa lepas dari dada,
Tatkala melihat dia dan kekasih barunya.
Kau paksakan diri untuk menyadari,
Pada waktunya kau pasti pulih.
Dan semua perasaan yang pernah ada,
Lambat laun pasti akan sirna…..

Tuesday, February 7, 2012

Kapang, Khamir, dan Fungi

A.   Kapang
  1. Jenis jamur MULTISELULER yang bersifat aktif  
  2. Merupakan organisme saprofit 
  3. Mampu memecah bahan-bahan organik kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana 
  4. Di bawah mikroskop dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa ini dikenal sebagai miselium 
  5. Mudah dijumpai pada bagian-bagian ruangan yang lembab 
  6. Melakukan reproduksi dan penyebaran menggunakan spora 
  7. Spora terdiri dari dua jenis, yaitu spora seksual dan spora aseksual 
  8. Spora aseksual dihasilkan lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan spora seksual 
  9. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil (diameter 1-10 μm) dan ringan, sehingga penyebarannya umumnya secara pasif menggunakan aliran udara.

B.   Khamir
  1. Jenis jamur UNISELULER 
  2. Istilah khamir umumnya digunakanuntuk bentuk-bentuk yang menyerupai jamur dari kelompok Ascomycetes yang tidak  berfilamen tetapi uniseluler berbentuk ovoid atau spheroid 
  3. Bentuk khamir dapat sperikal sampai ovoid, kadang dapat membentuk miselium semu 
  4. Ukuran bervariasi 
  5. Struktur yang dapat diamati meliputi dinding sel, sitoplasma, vakuol air, globula lemak dangranula 
  6. Kebanyakan khamir melakukan reproduksi secara aseksual melalui pembentukan tunas secara multilateral ataupun polar 
  7. Reproduksi secara seksual menghasilkan askospora melalui konjugasi dua sel atau konjugasi dua askospora yang menghasilkan sel anakan kecil. Jumlah spora dalam askus bervariasi tergantung macam khamirnya.

C.   Fungi
  1. Mempunyai inti sel 
  2. Memproduksi spora 
  3. Tidak mempunyai klorofil 
  4. Reproduksi seksual dan aseksual 
  5. Beberapa ada yang berfilamen dengan dinding sel berselulosa / kitin atau keduanya

Wednesday, February 1, 2012

Langsing Secara Tradisional, MAU?

Setiap wanita pasti menginginkan memiliki tubuh yang langsing. Namun, kebanyakan orang menggunakan cara-cara instan untuk mengurangi berat badan mereka. Hal tersebut memiliki resiko yang cukup besar bagi tubuh. Tubuh yang langsing pun dapat didapat menggunakan cara tradisional, berikut beberapa cara untuk menurunkan berat badan secara alami:


1. Menggunakan Daun Salam

Ambil segenggam daun salam kemudian cuci hingga bersih. Rebus daun salam yang telah dicuci dengan dua gelas air, lalu tunggu hingga airnya menjadi satu gelas. Setelah itu minum saat hangat-hangat kuku setiap hari hingga berat badan yang diimpikan tercapai. 


2. Menggunakan Teh dan Jeruk Nipis

Ambil satu buah jeruk nipis, kemudian belah menjadi 2 atau 4 bagian, lalu diperas dan masukkan ke dalam gelas. Kemudian seduh teh pahit sebanyak ½ - 1 gelas, lalu masukkan kedalam gelas yang telah terisi perasan jeruk tadi. Lakukan secara rutin hingga Anda benar-benar merasakan hasilnya. 


3.  Menggunakan Ketumbar, Jinten Putih, Lada Hitam, dan Jahe

Rebus sedikit ketumbar, jinten putih, lada hitam, dan jahe dengan segelas air. Setelah agak dingin , minumlah setiap pagi, sore, dan malam hari. Jadikan sebagai minuman harian. 

4.  Menggunakan Kencur, Daun Sirih, Jeruk Nipis, dan Madu

Ambil 10 ruas jari kencur, kupas, dan cuci hingga bersih. Ambil 10 helai daun sirih, cuci bersih. Selanjutnya, kedua bahan tersebut dicampur dan ditumbuk sampai halus, beri sedikit garam dan satu gelas air matang, lalu peras dan saring. Air perasan taruh di gelas dan beri sedikit perasan air jeruk nipis dan satu sendok madu, diamkan sekitar satu jam di dalam lemari es. Minumlah ramuan ini satu minggu dua kali. 


5.  Menggunakan Daun Sirih dan Teh Adas Manis

Ambil 40 lembar daun sirih, tambahkan dengan 11 gelas air, 1 sendok makan garam, 1 sendok teh adas manis (tersedian di took jamu). Kemudian didihkan dalam kendil tanah. Lalu, minumlah 3 kali sehari dan jangan disimpan dalam lemari es karena bisa mengakibatkan perut menjadi buncit. Insya Allah, setelah minum rebusan tersebut, lemak-lemak dan toksin yang berada dalam tubuh ikut terbuang bersamaan dengan buang air kecil.



                Anda tidak perlu menggunakan semua ramuan tradisional diatas. Anda hanya perlu memilih salah satu diantaranya, tentu saja yang cocok untuk tubuh Anda. Selamat mencoba dan semoga bisa memberikan hasil yang terbaik. Jangan lupa olahraga!!

Sumber: Ibad, Agus Ibnu. 2010. Pengobatan dan Perawatan Kecantikan Secara Tradisional. HKPN: Salatiga-Jawa Tengah.

Tuesday, January 31, 2012

Sampah Padat

A.     Pengertian Sampah Padat
            Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga : sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal,gelas dan lain-lain.

B.     Pembagian sampah Padat berdasarkan bahannya :
1.      Sampah Organik
      Merupakan sampah yang berasal dari barang  yang mengandung bahan-bahan organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu dari peralatan rumahtangga, potongan-potongan ranting, rumput pada waktu pembersihan kebun dan sebagainya.
2.      Sampah anOrganik

C.     Pembagian sampah padat berdasarkan kemampuan diurai oleh alam (biodegradability), maka dapat dibagi menjadi:
1)      Biodegradable
yaitu sampah yang dapat diuraikan secara sempurna oleh proses biologi baik aerob atau anaerob, seperti: sampah dapur, sisa-sisa hewan, sampah pertanian dan perkebunan.
2)      Non-biodegradable
yaitu sampah yang tidak bisa diuraikan oleh proses biologi. Dapat dibagi lagi menjadi:
a.       Recyclable: sampah yang dapat diolah dan digunakan kembali karena memiliki nilai secara ekonomi seperti: plastik, kertas, pakaian dan lain-lain.
b.      Non-recyclable: sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi dan tidak dapat diolah atau diubah kembali seperti tetrapacks, carbon paper, thermo coal dan lain-lain.

D.     Pembagian sampah padat berdasarkan ciri atau karakteristik benda atau zat yang dibuang:
1.      Garbage
Berupa benda organik yang mudah membusuk dan cepat terurai bila cuaca panas, serta dapat  menimbulkan bau busuk,banyak terdapat di pasar,rumah makan, tempat pemukiman,rumah sakit dan lainnya.
2.      Rubbish
a)      Mudah terbakar (zat-zat organik, kertas, kayu, karet, daun-daun kering).
b)      Tidak mudah terbakar (zat-zat anorganik, kaca,besi,kaleng).
3.      Ashes
Semua debu jalanan dan sisa-sisa pembakaran dari kegiatan industri.
4.      Street sweeping
Sampah dari jalanan,trotoar yang ditimbulkan oleh kegiatan orang.
5.      Lead animal
Bangkai binatang yang besar (anjing, kucing) yang mati karena kecelakaan atau alami.
6.      House hold refuse
Sampah dari perumahan dan kantor, berupa sampah campuran(garbage,ashes, rubbish).
7.      Abandoned vehicle
Bangkai-bangkai kendaraan bermotor.
8.      Demolision dan Contructions Waste
Sisa – sisa bahan pembangunan gedung - gedung. (tanah,pasir,batu-batuan, kayu-kayu)
9.      Sampah industri
Sisa - sisa hasil pertanian, perkebunan, industri.
10.  Santage solid
Benda-benda organik yang solid menyangkut di pintu masuk pusat pengolahan cair buangan.
11.  Sampah khusus
Sampah yang memerlukan penanganan khusus seperti bahan beracun yang berbahaya dan zat radioaktif.

E.     Faktor yang mempengaruhi jenis dan jumlah sampah
1)      Jumlah penduduk,
Tergantung pada aktifitas dan kepadatan penduduk, makin padat penduduk maka jumlah sampah makin meningkat dan makin berkurangnya tempat penampungan sampah sementara.
2)      Sistem pengumpulan/pembuangan sampah yang digunakan
Pengumpulan sampah dengan memakai gerobak akan lebih lambat jika dibandingkan dengan mobil truk.
3)      Daur ulang
Pengambilan kembali jenis sampah untuk dipakai kembali oleh pemulung, bila nilainya kurang ekonomis maka jenis sampah tersebut akan menumpuk.
4)      Geografi dan topografi.
Lokasi tempat pembuangan apakah di daerah pegunungan, lembah, pantai dan dataran rendah.
5)      Waktu
Tergantung dari faktor harian, mingguan, bulanan, dan tahunan. Jumlah sampah bervariasi menurut waktu. Pada siang hari jumlah sampah lebih banyak daripada pagi hari, sedangkan di daerah pedesaan jumlah sampah tidak begitu tergantung dengan
faktor waktu.
6)      Sosial ekonomi dan budaya masyarakat
Adat istiadat,kebiasaan, taraf hidup dan mental masyarakat.
7)      Musim
Pada musim hujan mungkin banyak sampah akan tersangkut pada selokan-selokan, pintu air atau tempat penyaringan air limbah.
8)      Kemajuan teknologi & Peradaban
Jenis dan jumlah sampah akan meningkat seperti plastik, karton, rongsokan, bangkai AC, TV, Kulkas dan kenderaan bermotor.

F.      Dampak Sampah pada Masyarakat dan Lingkungan

1.      Dampak Positif
Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan pengaruh yang positif terhadap masyarakat dan lingkungannya antara lain :
a.       Sampah dapat dipergunakan untuk menimbun tanah seperti rawa-rawa dan dataran rendah.
b.      Sampah dapat dimanfaatkan untuk pupuk.
c.       Dapat diberikan untuk makanan ternak melalui proses pengelolaan yang telah ditentukan lebih dahulu untuk mencegah pengaruh yang buruk dari sampah terhadap ternak.
d.      Berkurangnya tempat untuk berkembang biak serangga atau binatang pengerat.
e.       Menurunnya insiden penyakit menular yang erat hubungannya dengan sampah.
f.       Keadaan estetika lingkungan yang bersih menimbulkan kegairahan hidup bagi masyarakat.
g.       Keadaan lingkungan yang baik mencerminkan kemajuan kebudayaan masyarakat.
h.      Keadaan lingkungan yang baik akan menghemat pengeluaran dana kesehatan suatu negara sehingga dana tersebut dapat digunakan untuk keperluan lain.

2.      Dampak negatif
Pengelolaan sampah yang kurang baik akan memberikan pengaruh yang negative terhadap masyarakat dan lingkungannya antara lain :
a.       Terhadap kesehatan
1)      Pengelolaan sampah yang kurang baik akan menjadi tempat berkembang biak bagi vektor penyakit seperti lalat atau tikus sehingga insiden penyakit tertentu akan meningkat.
2)      Insiden penyakit Demam Berdarah Dengue akan meningkat sebab vektor penyakit akan hidup dan berkembang biak dalam kaleng-kaleng atau ban bekas yang berisi air hujan.
3)      Kecelakaan-kecelakaan timbul karena pembuangan sampah secara sembarangan misalnya luka oleh benda tajam seperti besi, kaca dll.
4)      Gangguan psikosomatis seperti sesak nafas, insomnia, stres dll.

b.      Terhadap lingkungan
1)      Estetika lingkungan menjadi kurang sedap dipandang mata.
2)      Proses pembusukan sampah oleh mikroorganisme akan menghasilkan gas-gas tertentu yang menimbulkan bau busuk.
3)      Pembakaran sampah dapat menimbulkan pencemaran udara dan bahaya kebakaran akan lebih besar.
4)      Pembuangan sampah ke saluran - saluran air akan menyebabkan aliran terganggu dan saluran air akan menjadi dangkal.
5)      Bila musim hujan tiba akan menyebabkan banjir dan mengakibatkan pencemaran pada sumber air permukaan atau sumur menjadi dangkal.
6)      Air banjir dapat menyebabkan kerusakan fasilitas masyarakat, seperti jalan, jembatan, saluran air.

c.       Terhadap sosial ekonomi dan budaya masyarakat
1)      Pengelolaan sampah yang kurang baik mencerminkan keadaan sosial budaya masyarakat setempat.
2)      Keadaan lingkungan yang kurang baik dan jorok, akan menurunkan minat dan hasrat orang lain atau turis untuk datang berkunjung ke daerah tersebut.
3)      Dapat menyebabkan tindakan kriminal di daerah tersebut, terjadi perselisihan antar warga, atau warga dengan pihak pengelola.
4)      Angka kesakitan meningkat dan mengurangi hari kerja sehingga menyebabkan produktifitas masyarakat menurun.
5)      Memerlukan dana yang besar untuk memperbaiki lingkungan yang rusak, sehingga dana untuk sektor lain jadi berkurang.
6)      Penurunan pemasukan daerah/devisa akibat penurunan jumlah wisatawan dan diikuti penurunan atau berkurangnya penghasilan masyarakat setempat.
7)      Menurunkan kualitas dan sumber daya alam dengan demikian akan meyebabkan mutu produksi menurun dan tidak mempunyai nilai ekonomis.
8)      Penumpukan sampah dipinggir jalan akan menyebabkan kemacetan lalu lintas sehingga menghambat kegiatan transportasi barang dan jasa.

Ø  Pengelolaan Sampah Padat

1.      Tahap pengumpulan dan penyimpanan
Sampah disimpan pada tempat sementara, yaitu tempat sampah di kantor, rumah tangga, hotel, restoran dll. Sebaiknya sampah basah dan sampah kering dikumpulkan dalam tempat yang berbeda untuk memudahkan pemusnahannya.

Syarat-syarat tempat penampung sementara:
a)      Konstruksi harus kuat, tidak mudah bocor.
b)      Mempunyai tutup dan mudah dibuka tanpa mengotori tangan.
c)      Ukuran sesuai sehingga mudah diangkut oleh satu orang. Dari penyimpanan ini kemudian dikumpulkan lalu dimasukkan kedalam Dipo (rumah sampah). dipo ini dapat dikelola oleh pemerintah, berupa bak besar untuk menampung sampah rumah tangga.
Syarat-syarat Rumah sampah/Dipo
a)      Dibangun diatas permukaan tanah setinggi kendaraan pengangkut sampah.
b)      Mempunyai dua pintu, pintu masuk dan pintu untuk mengambil sampah.
c)      Mempunyai lubang ventilasi yang tertutup kawat halus untuk mencegah lalat dan binatang lain masuk ke dalam dipo,
d)      Ada kran air untuk membersihkan.
e)      Tidak menjadi tempat tinggal/sarang lalat, tikus.
f)       Mudah dicapai oleh masyarakat.

Cara pengumpulan sampah di dipo ada dua macam :
a)      Sistem duet: tempat sampah kering dan tempat sampah basah.
b)      Sistem trio: tempat sampah basah, sampah kering dan tidak mudah terbakar.

2.      Tahap pengangkutan
      Setelah dari Dipo sampah diangkut dengan mobil ke tempat pembuangan akhir atau pemusnahan sampah.

3.      Tahap Pemusnahan
      Ada beberapa cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan oleh institusi atau individu dan penggunaan teknologi pemanfaatan sampah antara lain :
a)      Sanitary land-fill
      Adalah sistem terbaik yaitu pemusnahan sampah dengan jalan menimbun sampah dengan tanah yang dlakukan lapis demi lapis. Dengan demikian sampah tidak berada di alam terbuka, sehingga tidak menimbulkan bau atau menjadi sarang binatang pengerat. Sampah semua jenis diangkut dan dibuang ke suatu tempat yang jauh dari pemukiman dengan ditimbun tanah lapis demi lapis, setelah lebih dahulu sampah dan tanah tersebut dipadatkan.
      Metode Sanitary Land-Fill
1)      Metode Galian Parit (Trench Method)
Sampah di buang pada galian parit yang memanjang. Hasil galian digunakan untuk menutup sampah yang ditimbun dan tanah penutup dipadatkan kemudian diratakan kembali, setelah sebuah parit terisi penuh, dibuat parit baru disebelah parit yang terdahulu.
2)      Metode area
Sampah dibuang diatas tanah seperti pada tanah rendah, rawa-rawa, lereng bukit kemudian ditutup dengan tanah yang diperoleh dari tempat tersebut.
3)      Metode Ramp
Merupakan gabungan dari kedua metode diatas, prinsipnya lapisan tanah dilakukan setiap hari setebal 15 cm diatas tumpukan sampah. Setelah lokasi Sanitary Landfill stabil, maka pada tempat ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana jalur hijau (pertamanan), lapangan olah raga, tempat rekreasi, tempat parkir dll.

b)      Incinerator
      Incinerator adalah alat untuk membakar sampah yang terkendali melalui pembakaran dengan suhu yang tinggi dan merupakan salah satu metode disposal yang dapat diterapkan didaerah perkotaan atau daerah yang sulit mendapatkan tanah kosong untuk membuang sampah.
      Keuntungan dari metode ini, ialah dapat membakar semua jenis sampah kecuali batu dan logam serta tidak dipengaruhi oleh iklim. Suhu yang masih tinggi dalam incinerator dimanfaatkan untuk menggerakkan generator atau mengeringkan lumpur pada pengolahan air kotor. Residu pembakaran berupa abu dapat dipergunakan untuk menimbun tanah, abu yang dihasilkan kurang lebih 20-25% dari berat sampah yang dibakar atau sekitar 5-10 % dari volume sampah yang dibakar. kerugiannya tidak semua jenis sampah dimusnahkan terutama sampah dari logam, disamping akan menimbulkan pencemaran udara bila incenerator tidak dilengkapi dengan air pollution control.
      Di negara maju telah banyak dibangun incenerator modern dengan panas yang tinggi dan dirancang sedemikian rupa, hingga dapat membakar relatif semua jenis sampah menjadi abu serta tetap menjaga lingkungan dari pencemaran. Satu hal yang harus diperhatikan adalah abu sisa pembakaran secara berkala harus diambil dan dibuang. Untuk itu perlu disediakan tempat khusus pembuangan abu sisa pembakaran.

c)      Composting
      Pemusnahan sampah antara lain dengan jalan memanfaatkan proses dekomposisi sampah organik oleh kuman-kuman pembusuk dan pada kondisi tertentu akan menghasilkan bahan berupa kompos atau pupuk. Tahap-tahapan pembuatan kompos:
Pemisahan benda-benda yang tidak dapat dipakai sebagai pupuk seperti gelas, kaleng, besi dan lainnya,sampah dihancurkan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil dan tidak boleh lebih kecil dari 5cm. Kemudian dilakukan pencampuran dengan karbon dan nitrogen dengan komposisi paling baik antara C : N = 1 : 30. Sampah ditempatkan dalam galian tanah yang tidak begitu dalam dan dibiarkan terbuka sehinga terjadi proses aerobik. Agar pupuk terbentuk sempurna, sampah perlu dibolak-balik 4-5 kali selama 15-21 hari, baru kemudian akan menjadi pupuk. Yang penting diperhatikan jangan sampai ada binatang pengerat atau insekta yang lain bersarang.

d)      Hot feeding
      Pemberian sejenis garbage kepada hewan ternak (babi), sampah harus diolah lebih dulu, dimasak atau direbus untuk mencegah terjadinya penularan penyakit cacing dan trichinosis.

e)      Discharge to sewers
      Sampah dihancurkan sampai halus sebelum dimasukkan ke dalam sistem pembuangan air limbah dengan syarat sistem pembuangan air limbah harus baik.

f)       Dumping
Dibuang atau diletakkan begitu saja di tanah lapangan,jurang dan tempat sampah.
1) Dumping in water
Dibuang ke dalam air sungai, laut. sehingga terjadi pencemaran pada air dan pedangkalan dan menimbulkan bahaya banjir.

g)      Individual inceneration
Pembakaran sampah secara perorangan oleh misyarakat terutama didaerah perdesaan.

h)      Recycling
pengolahan kembali bagian-bagian dari sampah yang masih dapat dipakai atau daur ulang, Seperti plastik gelas,kaleng, besi dan lainnya.


i)        Reduction
      Menghancurkan sampah organik atau garbage menjadi bertuk yang lebih kecil, diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bahan lemak.

j)       Salvaging
      Pemanfaatan sampah yang dapat dipakai kembali misalnya kertas bekas. Bahayanya dapat menularkan penyakit.