Pada mulanya kau ingin menangis,
Dan mintalah Tuhan mengeringkan air matamu.
Kau duduk merenungkan,
Saat-saat indahmu tahun demi tahun.
Kau pandangi dia di seberang sana,
Dan kau bendung segala perasaan cinta.
Tapi tetap saja kau masih terpesona,
Ketika dia menyapukan jemari di rambutnya.
Akhirnya kau jemu menangis,
Namun perasaanmu padanya tak juga hilang.
Mungkin kepedihanmu akan berakhir,
Kalau kau timpahkan semua kesalahan kepadanya.
Dia akan bertanya, mengapa teman-temanmu masih juga usil,
Tapi kau berbalik pergi meninggalkannya.
Kau katakan padanya kau benci dia,
Tak ada jawaban yang bisa dia berikan.
Akhirnya kau pikir semua telah berakhir,
Dan ini pasti penghabisannya.
Namun jantungku serasa lepas dari dada,
Tatkala melihat dia dan kekasih barunya.
Kau paksakan diri untuk menyadari,
Pada waktunya kau pasti pulih.
Dan semua perasaan yang pernah ada,
Lambat laun pasti akan sirna…..

No comments:
Post a Comment